Sebuah prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh tenaga pendidik dari SMP Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin. Muhammad Wiranto, S.Pd., M.Pd., sukses mengamankan predikat Juara 2 dalam ajang Lomba Video Pembelajaran Interaktif. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-38 Yasarini tahun 2026. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa mutu pembelajaran di bawah naungan Yasarini Cabang Lanud Sultan Hasanuddin terus berkembang secara dinamis dan adaptif terhadap kemajuan teknologi digital.
Dalam kompetisi video tersebut, Muhammad Wiranto mengangkat metode Pembelajaran Berbasis Proyek yang diberi judul Helio Flow Tekno: Air Mancur Tenaga Surya dari Bahan Bekas. Melalui video interaktif yang dirancangnya, ia berhasil memvisualisasikan bagaimana siswa dapat diajak aktif untuk memanfaatkan limbah plastik dan pipa sisa menjadi sebuah karya mekanika air yang bernilai guna. Proyek ini mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan pemanfaatan energi terbarukan secara praktis, di mana sistem pompa air mancur digerakkan sepenuhnya oleh konversi energi matahari melalui panel surya mini tanpa bergantung pada arus listrik PLN.
Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi oleh pihak manajemen sekolah. Kepala SMP Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin, Muhammad Nur, S.Pd.I., Gr., mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi dan kreativitas yang telah ditunjukkan oleh salah satu guru terbaiknya. Beliau menegaskan bahwa karya inovatif ini tidak hanya sekadar memenangkan kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen pembelajaran nyata yang sangat relevan dengan kebutuhan pemahaman generasi muda saat ini terhadap teknologi hijau yang ramah lingkungan.
“Kami keluarga besar SMP Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Bapak Muhammad Wiranto. Inovasi Helio Flow Tekno ini membuktikan bahwa keterbatasan bahan baku tidak menjadi penghalang untuk menciptakan media pembelajaran sains yang canggih dan menarik. Kami berharap pencapaian luar biasa di HUT ke-38 Yasarini ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh guru di sekolah kami untuk terus melahirkan karya kreatif demi kemajuan mutu pendidikan anak bangsa,” ujar Kepala Sekolah, Muhammad Nur, S.Pd.I., Gr.
Sebagai pencipta inovasi, Muhammad Wiranto juga mengungkapkan rasa haru dan harapannya agar karya ini bisa memberikan dampak langsung bagi metode mengajar di kelas. Beliau ingin membuktikan kepada para siswa bahwa sains bukan sekadar teori yang rumit di dalam buku, melainkan sesuatu yang menyenangkan dan bisa dipraktikkan langsung menggunakan benda-benda yang ada di sekitar lingkungan rumah.
“Alhamdulillah, penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh civitas akademika SMP Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin. Melalui video Helio Flow Tekno ini, saya ingin menunjukkan bahwa keterbatasan alat bukan hambatan untuk mengenalkan teknologi hijau kepada siswa. Kita bisa menggunakan botol plastik dan pipa bekas untuk belajar konversi energi surya. Semoga video ini dapat menginspirasi anak-anak kita agar lebih peduli pada lingkungan sekaligus memicu ketertarikan mereka pada dunia sains dan teknologi masa depan,” ungkap Muhammad Wiranto, S.Pd., M.Pd.
Dampak dari kemenangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi SMP Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin sebagai salah satu sekolah penggerak yang unggul dalam bidang literasi sains dan teknologi. Ke depan, pihak sekolah berencana untuk mengimplementasikan proyek Helio Flow Tekno ini secara lebih luas dalam kegiatan ekstrakurikuler dan praktikum kurikulum muatan lokal. Momentum HUT ke-38 Yasarini tahun 2026 ini pun menjadi saksi penting atas komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.(NAS)





